Psikologi Lintas Budaya

Nama : Aisyah Nur Fitriah

NPM : 10510449

Kelas : 3PA06

 

A.  Pengertian

Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubaha psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis, serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan tersebut.

Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas. Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang memerantarai kemunculan perbedaan perilaku.

B.  Tujuan

Tujuan dari kajian psikologi Lintas Budaya adalah mencari persamaan dan perbedaan dalam fungsi-fungsi individu secara psikologis, dalaam berbagai budaya dan kelompok etnik.

C.  Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Displin Ilmu lain

Psikologi lintas-budaya jelas memiliki semua persyaratan suatu upaya interdisipliner. Di dalamnya dibahas legitimasi pengkajian suatu fenomen dari beragam perspektif tanpa pengkhawatirkan reduksionisme. Konsep terakhir ini sering muncul dalam perdebatan interdispliner untuk memapas fenomena suatu disiplin ke arah penjelasan yang lebih dapat diterima secara umum dalam disiplin mendatang yang “lebih mendasar”.

Untuk membantu kita melihat bagaimana psikologi lintas-budaya berhubungan dengan disiplin lain. Dibelahan kiri terdapat disiplin-disiplin pada aras populasi yang secara luas berkenaan dengan pemaparan, penganalisisan, dan pemahaman terhadap cirri-ciri seluruh populasi, kelompok atau kolekivitas. Dari disiplin-disiplin beraras populasi ini, psikologi lintas-budaya dapat menarik sejumlah informasi substansial. Informasi-informasi ini dapat dikembangkan ilmu psikologi, berfungsinya individu, dan pemahaman terhadap variasi prilaku individu yang tampil dalam populasi beragam budaya.

Cara mewawasi berbagai aras ini tidak lain untuk memaparkan alas an yang sering dikemukakan bahwa secara luas antropologi, ekologi, dan biologi merupakan disiplin–disiplin alamiah (naturalistik)

Dalam suatu analisis terperinci, Jahoda (1982, 1990) mengkaji hubungan antropologi dan psikologi yang banyak hal merupakan hubungan interdisipliner paling substansial. Kemudian disusul suatu periode saling menolak, bahkan bermusuhan, dengan pengecualian pada bidang “budaya dan kepribadian” (kini dikenal sebagai “antropologi psikologi”) pada beberapa dasawarsa terakhir.

  • Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan Kepribadian

Kepribadian cenderung menekankan perbedaan diantara individu atau dalam tradisi lintas-budaya diantara anggota budaya yang berbeda, bagaimana orang-orang menghayati diri sendiri dan konteks sosiobudaya ditempat mereka. Konteks kesamaan lintas budaya berkaitan dengan kepribadian yaitu bagaiman seseorang dapat memahami perilaku orang lain dalam budaya lain, disamping perbedaan dalam keyakinan, pendapat, sikap, dan pengetahuan. Ada 2 aspek substuntif kepribadian sebagai sumbangan psikologi lintas budaya yaitu diri (self) dan wujud kembar dari kesadaran (altered states of consciousines).

  • Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan Sosiologi

Dalam ilmu sosiologi ada istilah akulturasi, akulturasi merupakan proses dimana suatu kelompok manusia suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat-laun diterima dan dapat diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Kaitannya dengan psikologi lintas budaya yaitu bagaimana kelompok manusia  yang dihadapkan oleh kebudayaan lain yang dapat mengendalikan budaya asing  yang masuk sehingga budayanya sendiri tidak akan hilang. Unsur-unsur budaya asing yang diterima, tentunya terlebih dahulu mengalami proses pengolahan, sehingga bentuknya tidak asli lagi seperti semula. Misalnya sistem pendidikan di indonesia untuk sebagian besar diambil dari unsur-unsur barat, akan tetapi sudah disesuaikan serta diolah sedemikian rupa, sehingga merupakan kebudayaan sendiri.

  • Hubungan antara Psikologi Lintas Budaya dengan Antropologi

Ilmu antropologi menekankan pada pengertian tentang manusia dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik, kepribadian, masyarakat serta kebudayaannya. Kaitannya dengan psikologi lintas budaya yaitu bagaimana manusia dapat memahami adanya perbedaan aneka warna kulit, bentuk fisik, kepribadian antara sesama manusia sehingga manusia  itu dapat menyesuaikan perilakunya pada kebudayaan tersebut, maka manusia dapat berelasi  baik dengan manusia lainnya.

D.  Psikologi Indigenos

Psikologi adalah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan  mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku manusia, “Psychology  is the science that attempts to describe, predict, and control  mental and behavioral events.”9 Tingkahlaku dan senyuman adalah  ekpressi jiwa. Untuk memahami makna senyum dan aksi orang seperti  Amrozi yang tersenyum ketika dijatuhi hukuman mati misalnya  dibutuhkan Psikologi. Selama ini Psikologi difahami sebagai Western Psychology yang mengasumsikan perilaku dan tingkahlaku manusia  sebagai sesuatu yang universal, tetapi yang sesungguhnya Psychology  Barat hanya benar untuk menganalisis manusia Barat, karena sesuai  dengan kultur sekuler yang melatarbelakangi lahirnya ilmu tersebut.  Di belahan dunia lain, perilaku manusia dipengaruhi oleh sistem  nilai yang berbeda dengan sistem nilai masyarakat Barat. Apa yang  diklaim sebagai human universals, haruslah diuji sahih dengan  multiple indigenous psychology.

Indigenous psychology dapat didefinisikan sebagai pandangan  psikologi yang asli pribumi, yang tidak trasported dari wilayah  lain, dan memang didesain khusus untuk masyarakat itu. Dengan kata  lain indigenous psychology adalah pemahaman yang berdasar pada fakta- fakta atau keterangan yang dihubungkan dengan konteks kebudayaan  setempat.

Kemunculan indigenous psychology tidak lepas dari kebimbangan-kebimbangan peneliti psikologi dari Asia, yang belajar psikologi di Barat, ketika mereka kembali dan mencoba untuk mengembangkan psikologi di negaranya, mereka menjumpai banyak kesulitan dan mulai mempertanyakan kembali validitas, universalitas, dan aplikabilitas dari teori-teori psikologi. Para peneliti tersebut berkesimpulan bahwa setiap budaya harus dipahami dari bingkai acuannya sendiri, termasuk konteks ekologi, sejarah, filosofi, dan agama yang ada.

E.  Psikologi Budaya

Psikologi budaya adalah studi tentang cara tradisi budaya dan praktek sosial meregulasikan, mengekspresikan, mentransformasikan dan mengubah psike manusia. Psikologi budaya adalah studi tentang cara subjek dan objek, self dan other, psike dan budaya, person dan konteks, figure dan ground, praktisi dan praktek hidup bersama, memerlukan sau sama lain.

Premis:
1. Psikologi budaya didasarkan pada premis bahwa ada ketidak pastian yang bersifat eksistensial pada manusia (pencarian makna). Prinsip dari ketidakpastian eksistensial menegaskan bahwa manusia, mulai dari kelahiran (dan mungkin sebelumnya) sangat dimotivasi untuk menangkap/mendapatkan makna dan berbagai sumber/hal untuk diambil dan digunakan. 
2. Prinsip dunia intensional (atau terberi) menegaskan bahwa subjek dan objek, praktisi dan praktek manusia dan lingkungan sosio kultural saling merembes atau merasuk dalam identitas masing-masing dan tidak dapat dianalisa terpotong ke dalam variabel tergantung dan variabel bebas. Identitas mereka saling tergantung satu sama lain; identitas satu pihak tidak bisa didefinisikan tanpa membawa spesifikasi dari pihak yang lain.
3. Ide dasar dari psikologi budaya adalah tidak ada kondisi sosio-kultural yang eksis atau memiliki identitas bersifat independen dari cara manusia menangkap makna darinya. Sementara setiap manusia memiliki subyektivitas dan kehidupan mental yang berubah melalui proses mendapatkan makna dari berbagai lingkungan sosio-kultural dan penggunaannya. 
4. Lingkungan sosio-kultural adalah dunia intensional. Disebut demikian karena eksistensinya nyata/real, faktual dan kuat tetapi hanya sejauh ada eksis pada komunitas orang yang memiliki keyakinan, hasrat, emosi, tujuan dan representasi mental yang lain dan mereka sangat dipengaruhi oleh hal tersebut.

F.   Antropologi

Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.

Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti “manusia” atau “orang”, dan logos yang berarti “wacana” (dalam pengertian “bernalar”, “berakal”). Anthropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.

Antropologi memiliki dua sisi holistik dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiaannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan anthropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan/perbedaan budaya antar manusia. Walaupun begitu sisi ini banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi sehingga metode anthropologi sekarang seringkali dilakukan pada pemusatan penelitian pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal.

Definisi Anthropologi menurut para ahli

  • William A. Havilland: Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
  • David Hunter: anthropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
  • Koentjaraningrat: Anthropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

Dari definisi-definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana anthropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari tentang segala aspek dari manusia, yang terdiri dari aspek fisik dan nonfisik berupa warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, kebudayaan, aspek politik, dan berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat.

Sumber

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_lintas_budaya

http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi

http://osdir.com/ml/culture.religion.healer.mayapada/2006-08/msg00004.html

http://bigsidik.blogspot.com/2011/09/psikologi-lintas-budaya.html

http://blog2future.blogspot.com/2012/10/pengertian-dan-tujuan-dari-psikologi.html

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/01/psikologi-lintas-budaya-2/

http://indahcahyanti.blogspot.com/2010/10/psikologi-lintas-budaya.html

http://vaniariyanti.blogspot.com/2012/01/psikologi-lintas-budaya.html

http://christina5handayani.multiply.com/calendar/item/10043/Kuliah-Psikologi-Budaya-1?&show_interstitial=1&u=%2Fcalendar%2Fitem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: